5 Amalan Umroh Haji Mabrur

Arti Umroh mabrur bisa dipahami dengan mengartikan secara cermat. Umroh secara bahasa berati berziarah . secara istilah , Umroh mengandung pengertian sebagai ziarah ke Baitullah. Dalam ziarah ini terdapat serangkaian ibadah seperti Ihram , tawaf , sa’i dan Tahalul . ibadah umroh bisa di sebut “Haji kecil ” sebab rangkaian ibadahnya yang ringkas dan waktunya yang fleksibel. Perjalanan spiritual untuk mendapatkan diri kepada Allah SWT ini harus dilakukan secara ikhlas. Dengan keikhlasan, kelak kita mendapatkan pelajaran spiritual yang syarat makna. Keikhlasan juga mengasah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan Umroh mabrur. Intinya, sepulang dari ibadah umroh, seseorang yang mabrur akan mendapatkan pencerahan dan mengamalkan perilaku yang mencintai akhirat dari pada dunia

Perwakilan Samira Trevel Jogja

Martanto 0856-4383-0252

 

Lebih jelasnya berikut uraian arti Umroh mabrur :

Cara agar supaya mendapatkan umroh Haji yang mabrur:

1.    Persiapan yang matang sebelum pergi umroh. Sebelum berangkat Umroh sebaiknya kita :

a.    memperbaiki akhlak ( bertaubat nasuha (sungguh-sungguh) untuk mensucikan hati dari dosa dosa yang pernah diperbuat maka ada baiknya kita bertaubat memohon ampunan kepada Allah …..

b.    Bertawakal penuh  kepada Allah,karna hakikatnya umroh tidak hanya soal fisik dan materi. Tawakal adalah kunci dari kekuatan dan kelapangan hati oleh seorang mukmin
c.    Menulis wasiat kepada keluarga(menyerahkan tanggung jawab kepada orang yang dapat dipercaya selama pergi umroh contoh;Barang-barang/utang pitang)
d.    Mempersiapkan bekal yang cukup untuk dirinya sendiri dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.

2.    Mutabaah/mengikuti tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam
Tidak akan diterimanya ibadah umroh apabila tidak memiliki niat yang ikhlas dan mengikuti sunah/ketentuan yang ada.dan Rosullulah bersabda :
Barang siapa yang melakukan suatu amalan [dalam agama ini] yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak. [HR. Bukhari dan Muslim].
3.    Ikhlas
Disini artinya kita melakukan ibadah hanya karna Allah dan hanya mengharap ridhoNya.kita juga dianjurkan untuk tidak terlalu mementingkan kepentingan duniawi.
4.    Bersungguh-sungguh menghindari maksiat
jamaah umroh diberi waktu yang cukup lama berada di tanah suci.waktu yang  banyak tersebut digunakan untuk beribadah.Seperti memperbanyak zikir membaca Al-Quran,bersedekah dan sholat sunah.
5.    Istiqamah
Allah memberikan syafaat kepada orang-orang yang berumroh suci seperti telah dilahirkan kembali.umroh haji adalah kesempatan terindah bagi mereka untuk membuka lembaran kehidupan  baru.

 

Perwakilan Samira Trevel Jogja

Martanto 0856-4383-0252

Lisan yang Santun
Sepulang dari berhaji atau umrah, tutur katanya selalu baik dan menyenangkan orang lain. Memiliki sifat terpuji seperti sabar, rendah hati (tawaddhu), dan tidak sombong. Di tanah suci ia telah ditempa menjadi hamba Allah yang rendah hati. Meski ia seorang pejabat, orang kaya atau penguasa, di tanah suci Allah memandangnya sama dengan rakyat jelata.

Berdasarkan pengalaman banyak pihak yang telah menjalankan ibadah haji dan umrah, jika kita tidak menjaga perkataan dan sikap selama berada di tanah suci, balasannya akan berlangsung cepat sekali. Misalnya kita meremehkan suatu hal atau mengomentari sesuatu secara tidak pantas, dengan cepat kita juga akan merasakan hal yang sama dengan itu. Karena itulah berada di tanah suci mampu menjaga seseorang dari sikap dan perkataan yang buruk.

Lebih Taat Beribadah
Seseorang yang sudah menyandang gelar haji atau pernah umrah akan lebih taat beribadah dibandingkan sebelum ia menunaikan ibadah haji atau umrah. Karena selama berada di tanah suci ia telah dilatih untuk taat beribadah, terutama dalam ibadah salat.

Seseorang yang sudah pernah umrah, seharusnya akan lebih taat beribadah dibandingkan sebelum ia menunaikan ibadah umrah. Jika di Mekkah ia selalu menunaikan shalat berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, saat kembali ke tanah air, hal serupa harus dilakukannya. Keutamaan dari semua ibadah yang dia lakukan itu akan diterapkan dan ditindaklanjuti dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Bersih Hati Seseorang yang telah berpredikat haji atau pernah umrah akan selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela. Orang yang mendapat haji mabrur tidak mau lagi berbohong. Ia akan selalu jujur dalam kesehariannya, apapun profesinya. Jika kebetulan seorang pedagang ia tidak akan mau mempermainkan timbangan, meteran atau perkataan bohong lainnya. Kalau ia seorang aparatur negara ia tidak akan menyalahgunakan wewenang atau melakukan korupsi.

Meningkatnya Jiwa Sosial
Orang yang mendapat gelar haji atau umrah mabrur sifat sosialnya akan meningkat, begitu pula rasa kesetiakawanan terhadap sesama. Ia akan jadi rajin ber-infaq fi sabilillah, menyantuni anak yatim dan orang miskin. Kepada sekitarnya pun dia akan lebih peka untuk menawarkan bantuan baik berupa materi, tenaga maupun pemikiran yang digunakan untuk kebaikan. Tentunya dengan sikapnya yang semakin baik ini, ada kecenderungan dia akan memiliki semakin banyak kenalan dan teman yang bisa dipercaya dan diandalkan dalam kebaikan.

 

Perwakilan Samira Trevel Jogja

Martanto 0856-4383-0252