Cara Bekam Yang Baik dan Benar

adis:72 Penyakit Sembuh Dengan Bekam

Pada titik bekam berdasarkan kondisi pasien

  1. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien postur tubuh . Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit semakin besar, tetapi efeknya akan semakin baik.
  2. Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektan / alkohol.
  3. Pompa gelas bekamdengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan , atau samapai piston tidak dapat ditarik lagi.
  4. Biarkan selama 3-5 menit.
  5. Lepas gelas bekam dan sayat atau tusuk bagian bekas bekam dengan pisau bedah, lanset atau jarum steril.
  6. Bekam lagi posisi yang di tusuk atau disayat tadi.
  7. Tunggu selama lebih 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.
  8. Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar , bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.
  9. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali
  10. Oles bekas tusukan atau sayatan bekam dengan minyak habbatus sauda atau minyak zaitun.
  11. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.

 

Cara melakukan Bekam Kering :

  1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien
  2. Pilih gelas bekam( cup ) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  5. Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).
  6. Lepaskan gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.
  7. Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak dilanjutkan lagi pembekaman. Bekam Herbal Anugrah

Bekam Seluncur (Sliding Cupping)

Merupakan metode terapi bekam yang mana bekam diseluncurkan dengan guasha (cina) scrapping (inggris) atau kerokan (jawa) , tetapi lebih aman karena tidak merusak pori-pori.

 

Cara Melakukan Bekam Seluncur :

  1. Pilih titik bekam sebagai awalan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh
  2. Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak but but ( minyak Pak haji HPA ) selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak but but agak banyak sebagai pelumas.
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.
  5. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak but but ( Minyak Pak haji HPA

Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik

Adalah teknik bekam dengan metode tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau jika dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya disekitar wajah dan dahi.

Cara melakukan bekam Cepat :

  1. Pilih titik bekam pada bagian dahi atau bagian yang nyeri
  2. Pilih gelas bekam ( cup) yang proporsional dengab lebar dahi ( tidak terlalu besar )
  3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki seccukupnya kemudian lepas.
  4. Lakukan hal ini secara berulang -ulang sampai kulit berwarna kemerahan

Diagnosis Penyakit Dengan Bekam

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut ini :

  1. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi kekurangan pasokan /suplai darah dan channel /saluran ( pembuluh ) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
  2. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai bercak-bercak pada umumnya hal ini menandakan terjadinya ganguan /kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku)
  3. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  4. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah biasannya hal ini menunjukan terjadinya defisiensi “YIN ” , defiensi ” Qi dan darah atau rasa panas yang dahsat yang diinduksi oleh defisiensi ” Yin ”
  5. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  6. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat / putih dan tidak hangat jika disentuh , hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin ) dan adanya gas pantogen
  7. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  8. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
  9. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, mengambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam

  1. Pastikan bahwa gelas bekam sudah stril sehingga aman untuk terapi bekam (terutama bekam basah )
  2. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.
  3. Posisi bekam dapat dilakukan denga duduk atau berbaring,menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.
  4. Untuk pasien yang baru dibekam , sering- seringlah bertanya bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas , pusing , mual atau adanya tanda -tandaakan pingsanlainya. Segera hentikan bekam jika pasien mengeluh kesakitan.
    1. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.
    2. Sebagian orang merasakan suhu badanya naik 1-2 hari setelah dibekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.
    3. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.
    4. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.
    5. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.
    6. Pasien yang mengalami mental stres , ketakutan , mual dan gejala mwental lainya,dihentikan pembekamam dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

    Larangan -larangan Berbekam

    1. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman .
    2. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
    3. Jamgan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
    4. Jangan membekam oerang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
    5. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk bekam basah.
    6. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
    7. Jangan membekam pada kondisi :perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
    8. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).
    9. Jangan membekam langsung daerah yang luka , urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
    10. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.
    11. Jangan membrekam derah perut terlalu keras.
    12. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
    13. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan , pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan, setelah bekam juga tidak langsung makan, melainkan hanya minum yang manis -manis semisal madu atau sejenisnya.
    14. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
    15. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi , terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
    16. Jangan melakukan bekam basah yang baru saja donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
    17. Jangan membekam pasien diabetes ( gula darah diatas 280 ) kecuali orang yang ahli .
    18. Jangan membekam diarea terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal.

cara bekam yang benar sesuai sunnah, cara bekam basah yang benar, cara bekam kering yang benar, cara bekam yang baik dan benar, cara bekam yang benar sesuai sunnah

Bekam Aceh, bekam muslimah loksumawe, bekam wanita Padang, bekam Riau , bekam ruqyah Syariah, bekam wanita Palembang, bekam wanita Lampung, bekam bandar Lampung, bekam panggilan Denpasa Bali , bekam Banjarmasin, Kapuas, hulu, bekam Gombong, bekam kebumen, bekam Karanganyar Jawa tengah, bekam Magelang Jawa tengah, bekam Muntilan, bekam Jakarta pusat PBI , bekam Jakarta murah, bekam steril Jakarta pusat, bekam Jakarta terdekat, bekam Sentiong, bekam tanah Abang Jakarta, bekam wanita muslimah, kursus bekam Jakarta pusat, Jakarta Selatan,Jakarta timur Jakarta Selatan  

cara bekam yang benar, cara bek‍am pake gelas, cara bekam basah yang benar, cara bekam yang baik, cara bekam kering,cara menghilangkan luka bekas bekam, cara menghilangkan bekas bekam, cara mengobati blister setelah bekam, larangan bekam, titik bekam yang dilarang, larangan setelah bekam, waktu bekam yang dilarang, hari yang dilarang berbekam, bekam dilarang pemerintah, hari dilarang bekam,